Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 2

Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 2 – Kemudian aku turun ke selangkangannya dan mulai menjilat klitoris dan membuka bibir meki adik ipar ku dng lidah. Setiap sapuan lidahku membuat Dinda kelojotan dan akhirnya aku memasukkan lidahku ke permukaan lubang vagina Dinda. Cerita ini adalah sambungan dari part 1, silahkan baca dengan klik disini. Kusedot, jilat, cium dengan ganas, dan seluruh tubuh Dinda mulai menegang dan akhirnya berteriak keras sekali mencapai orgasme. ‘Beib! Beib! Aduh enak pisan!! Sayang.. Aku sayang ma kamu.. Enak beib… AAAHAHHAHHHH’ dan keluarlah cairan kenikmatannya membasahi ranjang dan mulutku. Dinda terus menekan kepalaku ke selangkangannya sambil menahan napas, memburu, ‘AAAA…HH!’ Setelah beberapa detik, tubuh Dinda mulai rileks kembali.

Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 2

Aku tidak berhenti tetapi justru meneruskan jilatan2 ku sepanjang bibir mayoranya. Klitorisnya sdh kemerahan dan bengkak dan sangat2 sensitif. Aku mulai menjilat dan menyedot klitorisnya dengan hati2 agar Dinda tdk merasa kesakitan. Dalam waktu beberapa saat, Dinda mulai ON lagi. Napasnya mulai memburu dan kakinya digerak2an keluar. Pantatnya diangkat agar lidahku bisa makin memainkannya. Aku berhenti sejenak dan melihat puting tetek adik ipar membesar dan mengeras berwarna merah muda.

Sekarang kedua paha Dinda aku angkat dan pelan2 penisku mulai kutempelkan ke selangkangan Dinda. Kepala penisku mulai membelah bibir memiawnya dan mengarah langsung ke lubang kenikmatannya. Dinda mendesah pasrah ketika penisku mulai memasuki lubang vaginanya. Betapa nikmatnya memasuki lubang yang basah kuyup oleh lendir cintanya. Aku memasukkan dengan mudah sampai setengah penis dan Dinda mulai mendengus. Dengan cepat aku memasukkan penisku masuk ke dalam vagina Dinda and ia menjerit kecil. AAH! Akhirnya kita bersatu menjadi satu tubuh. memiaw Dinda makin becek dan keliatan cairan yang berwarna agak putih. Terdengar bunyi srep srep srep dan cek cek cek.

Dinda menutup mata dan merasakan rangsangan dan kenikmatan yg luar biasa. Baru kali ini, ia memberikan tubuh dan hatinya seutuhnya dalam permainan cinta ini. Sambil memompa vaginanya dengan kekuatan penuh, aku mencumbu bibir tipisnya. Tetapi lama2 ia tidak bisa bercumbu dan menghindar dari ciumanku karena yg keluar hanyalah AH AH AH… Dinda menutup matanya dan berkonsentrasi pada sensasi vaginanya.

Aku mengangkat kedua kakinya ke atas pundakku dan membuatnya merasakan seluruh penisku di dalam vaginanya. Aku semakin dalam masuk dan Dinda makin kehilangan kontrol. Ia mendadak berteriak2, ‘SAYANG! AAAA AHHHH!’ dan kali ini mengalami orgasme yang lebih hebat dari sebelumnya. Seluruh vaginanya mengejang dan memeras penisku di dalamnya. Kepalanya terangkat dan matanya melihat mataku dengan penuh nafsu membara… Sungguh pemandangan yang indah. Dinda yang cantik dan polos dengan tubuh agak semoknya, tetapi sangat berbau seks, berada di bawah tubuhku dan penisku sedang menikmati setiap relung liang sanggamanya. Akhirnya aku biarkan penisku mengeras sekeras kayu dan bisa kurasakan membesar 120% dan akhirnya aku merasakan seluruh tubuhku menegang degn buah zakarku menjadi bergetar dan tanpa bisa kutahan kusemprotkan spermaku ke dalam rahim Dinda dengan deras. Dinda merasakn siraman spermaku dan mengalami kenikmatan lagi. Dinda meracau, ‘beib.. aku pengin punya anak dari kamu.. Beib terus… AAAHHH!’ Dan setelah orgasmeku yng luar biasa di dalam rahim Dinda, kita berdua istirahat dan keadaan penisku di dalam vaginanya. Pelan2 dari liangnya keluar cairan spermaku dan lendir cinta Dinda membasahi ranjang hotel. Kukecup pelan puting Dinda dan aku rebah di atas tubuhnya.

Setelah penisku mengecil dan keluar dgn sendirinya dari vagina Dinda, aku menarik Dinda ke kamar mandi. Permainan belum berakhir. ‘Sekarang kita mandi sama yuk.’ Kemudian kita berdua berdiri telanjang di bawah shower. Setelah distel air hangat yang mengucur keluar, aku mulai membasahi seluruh badan telanjang Dinda. Dengan sabun di tangan, aku mulai menyabuni tubuh indahnya. Dari atas, turun ke payudaranya dan aku mulai mengusap2 kembali payudara dan putingnya. Dinda memprotes,’Iihhh.. sudah deh…’ ‘Kenapa? Gak mau? Bener nih sdh cukup? Nanti kita stop lho…’ ‘hmmm.. iya’.. tetapi aku tetap meremas dan mengelus2 puncak payudaranya. Dinda berusaha menghindar dan aku meneruskan menyabuninya ke bawah. Di bagian selangkangan, cairan lendirnya masih mengalir membasahi permukaan vaginanya. Aku mulai menyabuni dan bermain di klitorisnya. ‘Aaahhh.. sdh deh…’ sambil merem melek. Ketika mulutnya terbuka, langsung aku kecup dia.

Melihat Dinda begitu bernafsu, aku mulai terangsang lagi dan penisku mulai mengeras kembali. Kali ini, aku menyuruh Dinda berbalik dan di bawah pancuran shower satu tanganku mengusap dadanya dan satu lagi memegangi dan memelintir klitorsnya. Dinda mengejang dan aku suruh dia agak merunduk. Kubuka pantatnya dan terlihat lubang anus dan vaginanya. Aku memasukkan jariku ke vaginanya yg masih licin. Seluruh jariku kumasukkan. Satu jari, dua jari dan kutemukan G-spotnya dan mulai memijatnya. Dinda mendongak sambil mengerang2. Kedua tanganya menempel ke kaca shower box. Kumasukkan penisku ke dalam vagina Dinda dari belakang dan Dinda menjerit gembira. Mulailah kupompa dari belakang sambil kedua tangan tetap memegang puting dan klitorisnya. Dinda berteriak2 ‘aaaaahhhhhh…. ahaaaaaaahhhhhh….. aaaahhhh…’ seluruh tubuh mengejang dan sekali lagi Dinda berteriak’Beib.. aku sayang ka….aaaaahhh!!!’ dan Dinda menggerinjal2 tubuhnya dan bergetar seperti orang ayan. Penisku masih tegak berdiri dan aku beristirahat sejenak. Kemudian aku mulai memompanya dan setelah Dinda hampir mencapai orgasme, aku cabut penisku dan duduk di ats closet.

Aku menarik Dinda dan mendudukkannya di atas penisku. Dinda tdk sabar dan menuntun penisku diarahkan ke lubang memiawnya. Dinda menduduki penisku sambil menghadap diriku dan mulailah dia berganti memompa diriku. Lama2 aku tdk bisa menahan lagi dan aku bersuara ‘Sayang, aku sdh hampir keluar.. aku semprot lagi ya…’ Dinda mendengus ‘hhhhhhh…’ Akhirnya penisku menyemprot ke dalam vagina Dinda bersamaan dengan dia menjerit kencang ‘AAAAAAHHHHH!!!’ dan cairan spermaku masuk ke relung2 rahim Dinda . Kemudian Dinda tetap duduk di pangkuanku dan memelukku sambil mencium bibirku… ‘Aku suka banget… Semoga bisa tiap ari kayak gini..’ Penisku keluar dr vaginanya dan cairan kenikmatan yg sdh bercampur sperma mulai mengalir keluar membasahi pahanya. Bersambung ke part 3 klik disini.

This entry was posted in Cerita Sex, Indo and tagged , , . Bookmark the permalink.