Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 1

Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 1 – Cerita ini adalah pengalaman pribadi Aku yang sudah menikah, berusia sekitar 30th dengan tinggi 175 dan berat 67kg. Namaku Boby, aku memiliki adik ipar yang masih kuliah di salah satu universitas swasta top di jakarta. Namanya Dinda. Ini adalah kisah perselingkuhan aku dgn Dinda. Dinda tingginya 160cm dgn berat 60kg, berambut panjang dgn warna kulit putih. Payudaranya 36B, tobrut, tetapi sekel. Dan selangkangannya berdaging dengan bau vagina yang sangat aku sukai.

Cerita Sex Selingkuh Dengan Adik Ipar Part 1

Suatu saat, aku sedang sendirian di Jakarta karena istriku sedang keluar kota. Aku mengajak Dinda berlibur ke sebuah resort di dekat Anyer. Tempat yang indah. Seolah kita sedang berbulan madu. Setelah check-in aku mengajak Dinda masuk ke kamar yang indah dan menghadap ke arah pantai. Koper aku letakkan dan kupeluk Dinda dengan mesra. Dinda menatapku dengan tersenyum. Dan kucium bibir tipis Dinda. Dinda membalas dengan lembut dan setelah beberapa saat, ciumannya menjadi ganas. Seolah ingin menelan bibirku. Kumainkan lidahku masuk ke dalam mulut Dinda dan napasnya mulai memburu. Kemudian kucium lehernya mulai dari bawah telinga turun ke pundak. Dinda merasa geli dan mendorong wajahku menjauh.

Kemudian kupeluk dia erat-erat dan kurasakan payudara adik ipar ku menempel di dadaku. Dinda menempelkan payudaranya dan selangkangannya padaku. Pelan-pelan kuangkat kaos yang dipakainya dan kusisipkan tanganku ke pinggang dan pundak Dinda. Kuelus-elus punggungnya dan Dinda bergumam keenakan. Tanganku terus bergerak naik ke atas ke arah pengait BHnya. Kaitan BH kulepas dan Dinda merasakan payudaranya terasa longgar. Putting payudaranya mulai membesar merasakan terbebasnya BH dari tubuhnya. Dalam keadaan masih berbaju lengkap hanya saja kaitan BH terlepas, tanganku mulai bergerilya ke arah payudara Dinda. Kukecup lagi bibirnya dan tanganku mulai menyenggol payudara dan sesekali melintas di atas putingnya. Setiap kali melintas, Dinda mengeluarkan suara kaget dan lenguhan tanda sudah terangsang. Dinda merasakan vaginanya mulai lembab dan basah dan mulai diserap oleh celana dalamnya.

Kuangkat kedua lengan Dinda dan menarik seluruh kaos dan BHnya melewati kepala dan melemparkan pakaian tersebut ke atas ranjang besar di tengah ruangan. Dinda memandang wajahku dengan mata nanar tanda nafsu mulai menguasai dirinya. Mulutku langsung mencari puting susunya yang sdh membesar. Areola Dinda sdh melebar melebihi normal. Pertama kukecup lembut di seputar putingnya memberikan sensasi menggoda. Dinda mendesah ‘iiihh.. gak boleh. Sudah ah!’ tetapi ia tdk menghindar, bahkan terkesan menyodorkan putingnya ke mulutku.

Dengan lembut dan lincah, kujilat puncak puting payudara Dinda sebelah kanan dan Dinda mendesah ‘aaa…hhh’. Kemudian beralih ke puting kirinya sambil tangan kiriku mengelus payudara kanan Dinda. Tubuhnya yang sudah setengah telanjang, menggelinjang2. Kubuka kaosku dan sekarang sama-sama bertelanjang dada. Kuangkat kedua lengan Dinda dan kuletakkan di pundakku sementara aku memeluk dan mengusap-usap punggungnya. Kedua dada kami bersentuhan dan memberikan loncatan2 listrik. Areola Dinda semakin membengkak dan seolah menelan putingnya. Yang keluar dari mulutnya hanyalah desahan tidak beraturan. Ia merasakan celana dalamnya bagaikan tercelup air karena derasnya cairan vagina Dinda mengalir keluar. Dinda merasakan cairan vaginanya mengalir dari lubang kenikmatannya dan berjalan sepanjang bibir mulut vagina. Spot di celana dalamnya mulai muncul dan membesar. Dinda menutup mata dan membiarkanku merangsangnya habis-habisan.

Kancing celana pendek putih Dinda mulai kubuka pelan-pelan. Ketika aku terlalu lama membukanya, Dinda dengan tidak sabar membuka seluruh kancing celananya. Terlihatlah celana dalam katun warna merahnya. Tanganku masuk dan mengusap-usap pantat dan pelan-pelan menurunkan celana putihnya ke bawah dan kubiarkan jatuh ke lantai. Celana dalam adik ipar ku terlihat basah dari bagian bawah hingga depan pertanda cairan cintanya sdh meluap bagaikan keran bocor. Celana dalamnya lengket dengan gundukan bibir kemaluan Dinda dan menampilkan lekukan bibir mayoranya. Dinda merasa lubang kenikmatannya menjadi lebih rileks dan membengkak.

Kubuka seluruh celanaku dan aku berdiri telanjang di depan Dinda. Ia melihat penisku yang berdiri tegak dengan penuh nafsu. Aku ambil tangan Dinda dan menuntunnya ke penisku. Ia mulai memegang dan memainkan penisku dengan lembut.

Kemudian, aku mulai mencium dan sesekali menjilat perut Dinda dan pelan-pelan mulai jongkok hingga mulutku berada pada ketinggian gundukan cinta Dinda. Bau kewanitaan Dinda serasa memenuhi ruangan hotel. Bau yang sungguh merangsang dan membuat kamar seperti penuh dengan listrik nafsu seks. Di tengah gundukan selangkangan Dinda, aku mulai mencium lembut mengelilingi gundukan tersebut. Dinda merem melek dan kedua tangannya memegang kepalaku. Jari2nya masuk ke rambutku dan sesekali menariknya.

Gundukan selangkangannya semakin basah oleh lendir kenikmatan dan jilatanku. Dinda mulai mengangkat satu kakinya agar selangkangannya menjadi lebih terbuka. Ia mulai merasa gamang dan ingin duduk. Tetapi aku memaksanya tetap berdiri dan mulai menurunkan celana dalamnya. Terlihatlah gundukan putih dengan rambut kemaluan yang halus tetapi menutupi bagian bawah bibir mayora hingga sedikit di ujung gundukan cintanya. Aroma vagina yang terangsang sudah sedemikian kuat dan aku harus menahan diri utk tdk langsung meniduri Dinda. Aku ingin memberikan yang terbaik yang belum pernah Dinda alami sebelumnya. Kemudian aku tuntun Dinda ke arah ranjang dan menelungkupkannya dalam keadaan telanjang bulat.

Aku mengambil madu asli yang sudah aku persiapkan seblumnya dan kuoleskan ke punggung hingga pantatnya. Dengan lidahku, aku mulai menjilat madu tersebut dan membuat Dinda melenguh keenakan. Jilatan2 dan kecupan2 lembut sepanjang tubuh Dinda membuatnya sangat terangsang dan mulai bernapas ngos2an. Kakinya mulai digerakkan dan paha dibuka dengan harapan aku akan mulai menyetubuhinya. Sesekali aku sentuh lubang kenikmatannya dan dia berteriak kaget bercampur penuh harap. Tapi aku masih menahan diri dan membuat Dinda makin blingsatan.

Kemudian kusuruh dia balik badan dan kulihat gundukan selangkangannya. Gundukannya sungguh besar dan terlihat memerah berkilat tanda basah kuyup. Aku mulai menjilat seluruh tubuh Dinda. Pahanya mulai dibuka lebar2 dan diangkat ke atas menunjukkan lubang kelaminnya yang kemerahan dipenuhi cairan kenikmatan. Aku bergeser di atas tubuhnya dengan sengaja menempelkan penisku yang berdiri tegak. Aku cium bibir Dinda sambil sesekali penisku menyentuh selangkangannya. Dinda memegang pinggulku dan berusaha menekan pantatku agar penisku bisa masuk ke memiawnya. Tapi, meski kukulum mulut dan dadaku kugesekkan ke payudaranya, penisku tetap tidak kumasukan. Sesekali kepala penisku yang sdh memerah tua dan berkilat kutempelkan ke bibir memiawnya. Dinda memohon dengan sangat, ‘beib, masukkan donk.. Aku sdh ga tahan nih.. iiihhh.. ayo masukin..diitung sampai tiga kalau ga mau masuk, ga usah lho..’ sambil mendesah2. Kubiarkan kepala penisku bergeser membuka bibir memiawnya hingga masuk bagian kepalanya saja dan Dinda berteriak kecil. Tapi kemudian kutahan lagi. Kepala penisku sdh dipenuhi cairan lendir Dinda. Bersambung ke part 2 klik disini.

This entry was posted in Cerita Sex, Indo and tagged , , . Bookmark the permalink.